abuyahya learn to blog

Pengalaman, Artikel, Audio, Aqidah, Entrepreneurship,...pokoknya maseh gado² ®™

Minggu, 01 Januari 2012

ABCnya SUKSES ...

Alhamdulillaahi wash shalaatu was salaamu 'alaa Rasuulillaahi, wa ba'du:

Banyak orang mengajak sukses dan mengaku sukses, apalagi jika kita menjelajah internet ;)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullaahu mengatakan :

"Seorang mukmin tidak pernah bisa merasa sukses, sampai kakinya menginjak pintu Surga ... "

Allah 'Azza wa Jalla berfirman yang artinya:

"
  1. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu 126, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo'a: "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. 2:200)
  2. Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka 127" (QS. 2:201)


  3. "
    126.
  • Adalah menjadi kebiasaan orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan ibadah haji lalu bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. Setelah ayat ini turun maka memegah-megahkan nenek moyang itu diganti dengan zikir kepada Allah.
  • 127
  • Inilah do'a yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim.

  • Namun, tidak ada salahnya kita mengetahui resep "sukses" yang bisa membuat kita merasa berhasil dalam hidup ini, walaupun kita tahu bahwa kesuksesan sekarang ini baru "sementara" sedangkan kesuksesan sejati baru terbukti "nanti".

    Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 59:18)

    Rumus ABCDEF

    A=Antusias
    Orang-orang sukses biasanya selalu antusias (semangat dan gembira) dengan apa pun yang dikerjakannya.

    B=Bersikap Positif
    Agar sukses anda harus membiasakan diri : berfikir positif, berkata positif, dan bertindak positif.

    C=Coba dan coba lagi
    Tidak mungkin Anda meraih kesuksesan jika Anda gampang menyerah. Jangan menyerah ... syukuri apa yang ada ... hidup adalah anugerah ... tetap jalani hidup ini ... melakukan yang terbaik (lho???!!!???)##%%***$???teuing ah

    D=Dahulukan yang pokok
    Anda harus punya daftar pekerjaan dan urutan prioritasnya, lalu selesaikan satu per satu.

    E=Etis
    Ikutilah aturan dan kepatutan yang ada, jangan tergoda jalan pintas yang menyesatkan.

    F=Fokus
    Orang sukses adalah yang bisa fokus pada yang sedang ditekuninya sampai berhasil, baru pindah pada yang berikutnya.

  • Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain 1587, (QS. 94:7)
  • dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap". (QS. 94:8)
  • 1587. Maksudnya: sebagian ahli Tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berda'wah maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat maka berdo'alah.

    Semoga bermanfaat bagi kita semua ... Aamiin!



    Sabtu, 27 Agustus 2011

    Menyikapi Perbedaan Idul Fitri Dengan Nilai-Nilai Terpuji

    (Dimuat juga di Harian "PR" Sabtu 27 Agustus 2011, Rubrik Opini)

    Dari Kuraib, ia berkata bahwa Ummu Fadhl binti Al Harits mengutusnya kepada Muawiyah di Syam. “Maka aku sampai di Syam lalu menunaikan keperluan tersebut, sampai tampak Hilal Ramadhan olehku ketika di Syam. Aku melihat hilal malam Jumat. Kemudian aku datang ke Madinah pada akhir Ramadhan, lalu Abdullah bin Abbas bertanya kepadaku (tentang beberapa hal), kemudian ia menyebutkan tentang hilal, lalu ia bertanya ;’Kapan kamu melihat hilal (Ramadhan) ?’
    Jawabku : ‘Kami melihatnya pada malam Jumat’
    Ia bertanya lagi : ‘Engkau melihatnya sendiri?’
    Jawabku : ‘Ya ! Dan orang banyak juga melihatnya, lalu mereka puasa dan Muawiyah puasa’.
    Ia berkata : ‘Tetapi kami melihatnya pada malam Sabtu, maka kami akan terus berpuasa sampai kami sempurnakan tiga puluh hari, atau sampai kami melihat hilal Syawal’.
    Aku bertanya : ‘Apakah tidak cukup bagimu rukyah (penglihatan) dan puasanya Muawiyah ?’
    Jawabnya :’Tidak ! Begitulah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memerintahkan kepada kami’.” (HR Muslim dalam Shahihnya, III/126)

    Hadits Nabi SAW di atas yang diriwayatkan secara tidak langsung oleh Ibnu Abbas RA memberikan solusi praktis jika kita menghadapi perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan, maupun bulan lain yang berkaitan dengan waktu ibadah umat Islam (Mis. Dzulhijah). Solusi tersebut adalah : 1. Penentuan awal bulan yang berkaitan dengan ibadah adalah dengan rukyat (melihat) hilal (bulan sabit baru), dan 2. Rukyat yang berlaku adalah yang ditetapkan oleh Qadhi (hakim) di wilayah masing-masing (dalam hal ini Muawiyah RA di Syam dan Ibnu Abbas RA di Madinah).
    Akan tetapi, mengingat jauhnya masa kita dari Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin RA, maka perbedaan tersebut kadang menimbulkan friksi di tubuh kaum Muslimin.
    Tahun ini potensi perbedaan dalam menetapkan Idul Fitri sangatlah besar. Masjid Al Furqon UPI dan Masjid Salman ITB sudah mengumumkan perbedaan masing-masing dalam penyelenggaraan Shalat Ied, yaitu 30 dan 31 Agustus 2011. Diantara penyebab perbedaan ini adalah, walaupun bulan pada waktu maghrib hari Senin 29 Agustus sudah wujud di atas ufuk (wujudul hilal) namun belum memungkinkan untuk bisa dilihat (imkanur ru’yah). Oleh karena itu, Muhammadiyah yang menganut metode penetapan awal bulan berdasarkan wujudul hilal sudah sejak jauh hari mengumumkan hari Idul Fitri jatuh tanggal 30 Agustus. Sedangkan Depag RI dan beberapa ormas yang menggunakan metode imkanur ru’yah memperkirakan Idul Fitri akan jatuh tanggal 31 Agustus 2011.
    Pada dasarnya jika masing-masing fihak bisa berlapangdada dan bermusyawarah dengan baik, kita tunggu saja hasil rukyat hilal malam Selasa, yaitu Senin 29 Agustus 2011. Apakah hilal terlihat atau tidak? Apakah diterima dalam Sidang Itsbat di Depag RI atau tidak? Kemudian hasil musyawarah tersebut diterima semua fihak dengan legowo (lapang dada). Penulis sendiri walaupun cenderung pada pendapat yang menggunakan metode imkanur ru’yah (31 Agustus), insya Allah siap tunduk jika ternyata hasil Sidang Itsbat memutuskan 30 Agustus.

    Berbeda Tapi Saling Menghargai
    Friksi yang mungkin terjadi jika ada penetapan Idul Fitri yang berbeda adalah, masyarakat umat Islam saling menyudutkan dengan saudaranya yang berbeda pendapat. Yang satu mengatakan, “Kamu masih puasa, padahal sudah Hari Raya? Haram tahu!”. Sementara yang lain juga bisa berkata, “Kamu tidak puasa di Hari Ramadhan padahal tidak bepergian, sakit, maupun haid/nifas? Itu dosanya sangat besar di sisi Allah!!!”.
    Kalau masing-masing dibiarkan menilai fihak lain, tidak ada yang selamat. Keduanya jatuh pada hal yang haram. Namun jika semuanya sadar bahwa pendirian masing-masing berdasarkan latar belakang yang berbeda, dan juga adanya keterbatasan pada kedua pendapat tersebut, tentunya semua boleh merasa benar dengan pendapatnya tanpa menilai salah fihak lain. Rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhta’naa (Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami keliru… QS. 2:286).

    Menaati Pimpinan dan Menjunjung Hasil Musyawarah
    Dalam masalah yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak, Fikih Islam mempunyai kaidah yang jelas, yaitu “hukmul qaadhi yarfa’ul khilaaf” (keputusan hakim menuntaskan perbedaan). Apalagi dalam hal ini, keputusan Menteri Agama RI dalam menetapkan Idul Fitri dilakukan melalui musyawarah (Sidang Itsbat) yang memang sangat dianjurkan dalam Islam (QS. 3:159).
    Alangkah indahnya jika setiap ormas Islam bersabar sampai ditetapkannya hasil Sidang Itsbat dan menghimbau pengikut masing-masing agar menaati hasil musyawarah yang juga merupakan Keputusan Hakim (dalam hal ini Menag RI).

    Menjaga Tujuan Ibadah
    Ada dua target utama orang yang beribadah di bulan Ramadhan : 1. Meraih ampunan Allah SWT (berdasarkan Hadits Nabi SAW, “ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih”), dan 2. Menggapai ketakwaan (QS. 2:183).
    Diantara sifat orang yang layak diampuni Allah adalah orang yang mau memaafkan dan berlapangdada terhadap orang lain (QS. 24:22). Demikian pula diantara sifat orang yang bertakwa adalah pemurah dalam berinfaq, pandai menahan amarah, serta pemaaf pada manusia lain (QS. 3:134).

    Penutup
    Demikianlah beberapa nilai-nilai terpuji yang didasarkan pada Al Quran dan As Sunnah untuk direnungi dalam menghadapi perbedaan idul Fitri tahun ini. Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan 1432 H ini diterima Allah SWT, tanpa dikotori oleh friksi karena adanya perbedaan tersebut. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum!.

    Kamis, 28 Juli 2011

    Ramadhan : Road to Success

    Alhamdulillaahi Wash Sholaatu Wassalaamu 'alaa RasuulilLaah ...

    ammaa ba'du,

    1. Sukses sejati adalah keberhasilan meraih do'a : ROBBANAA AATINAA FID DUN YAA HASANAH WA FIL AAKHIRATI HASANAH WAQINAA 'ADZAABAN NAAR

    'Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu , atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo'a: "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. 2:200)
    Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka " (QS. 2:201)
    Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. 2:202)'

    2. Diraih dengan IMAN dan TAQWA

    "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)"

    "[16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

    "Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (QS. 40:39)
    Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS. 40:40)"

    "Maka, Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala. (QS. 92:14)
    Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, (QS. 92:15)
    yang mendustakan (kebenaran) dan (berpaling) dari iman. (QS. 92:16)
    Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling taqwa dari neraka itu, (QS. 92:17)"

    "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133)"

    3. Ramadhan Mendatangkan AMPUNAN

    MAN SHOOMA ROMADHOONA IIMAANAN WAH-TISAABAN GHUFIRO LAHU MAA TAQODDAMA MIN DZANBIHI
    " Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu". ( HR.Bukhary Muslim)

    4. Ramadhan membukakan pintu SURGA yang diraih dengan TAQWA

    "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)"

    5. Ciri Utama IMAN dan TAQWA adalah takut pada ALLAAH 'AZZA WA JALLA

    "Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka , (QS. 23:60)
    mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (QS. 23:61)"

    "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. 98:7)
    Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya. (QS. 98:8)"

    6. Orang yang takut pada Allah meraih hal itu dengan ILMU yang benar

    "Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (Orang-orang yang BERILMU). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 35:28)"

    7. Ilmu yang BENAR hanya dari ALLAAH Subhaanahu wa Ta'aalaa

    "Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2:147)"

    8. Berbuah TAFAKKUR (merenungi ayat-ayat Allaah), DZIKIR (mengingat ALLAAH), dan TASBIH (mensucikan ALLAAH) sehingga melakukan DO'A (memohon pada ALLAAH) agar SELAMAT DARI SIKSA NERAKA.

    "Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)
    (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)"

    9. Kesimpulan :

    Agar kita bisa meraih SUKSES dengan datangnya Ramadhan, maka haruslah bersemangat meraih Ampunan ALLAAH dan meningkatkan TAQWA kepada Allaah dengan menumbuhkan Takut, Tafakkur, banyak Dzikir, rajin Menuntut Ilmu yang benar dan mengamalkannya (Ash Shirootul Mustaqiim), serta berdo'a dengan sungguh-sungguh.

    "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah 6 dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan . (QS. 1:5)
    Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)
    (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . (QS. 1:7)"

    "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin , orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)"



    Selamat Ramadhan, semoga Allaah Ta'aalaa menuntun lisan, mata, telinga, anggota badan, dan qalbu kita untuk selalu Dzikir/mengingat kepada-Nya ... Aamiin.

    Jumat, 24 September 2010

    Berlombalah dengan Sungguh2!!!!!

    Alhamdulillaahi wash shalaatu was salaamu 'alaa Rasuulillaah, ...

    Beberapa ayat tentang keharusan "Berlombalah dengan Sungguh2!!!!!" adalah :

    Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133)

    Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian 421 terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu 422, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. 5:48)

    # Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2:147)
    # Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Seungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:148)

    # Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar benar-benar dalam keni'matan yang besar (surga), (QS. 83:22)
    # mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (QS. 83:23)
    # Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh keni'matan. (QS. 83:24)
    # Mereka minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), (QS. 83:25)
    # laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (QS. 83:26)

    SELAMAT BERLOMBA!

    Rabu, 28 April 2010

    Hubungan Shadaqah dengan Kekayaan ...

    AlhamdulilLaahi wash shalaatu was salaamu 'alaa RasuulilLaahi, wa ba'du ...

    1. Shadaqah mendatangkan Kekayaan berdasarkan dalil-dalil berikut :
    a. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah 166 adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)
    166. Pengertian menafkahkan "harta di jalan Allah" meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiyah dll.
    b. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. 64:17)
    c. ... "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. 14:7)
    d. ... # Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. 65:2)
    # Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. 65:3)
    dll.


    2. Kekayaan meningkatkan pengeluaran (termasuk shadaqah) berdasarkan kaidah-kaidah
    "Beda Orang Miskin dan Orang Kaya" berikut ini :
    a. Orang Miskin bekerja untuk uang, Orang Kaya mempekerjakan uang
    b. Orang Miskin melihat penghasilannya lalu mengatur pengeluarannya, Orang Kaya melihat pengeluarannya lalu meningkatkan penghasilannya
    c. Orang Miskin membeli uang dengan waktu, Orang Kaya membeli waktu dengan uang
    dll.


    3. Kesimpulan
    "Orang Miskin yang bershadaqah hakikatnya kaya, Orang Kaya tidak bershadaqah hakikatnya miskin"


    4. Pantun Gaul
    "Jaka Sembung piknik ke Bali, nggak nyambung kaleee ... he...he"


    WalLaahu a'lam

    Selasa, 30 Maret 2010

    Pembersihan

    AlhamdulilLaah, hari ini sudah "bersih2" dari iklan yang sudah terlalu lama ditampilkan di blog ini. Maaf dan terima kasih.

    Rabu, 03 Maret 2010

    Kebahagiaan Hakiki

    Alhamdulillah, wasShalaatu wasSalaamu 'alaa RasuulilLaahi amma ba'du :

    Kebahagiaan hakiki diperoleh bila kita :

    1. Menjalani hidup dengan taat pada Allah dan RasulNya (Al Qur'an dan As Sunnah)

    Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin 314, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)
    314. Ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi ni'mat sebagaimana yang tsb. pada Al Faatihah ayat 1:7

    Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya". (QS. 72:22)
    Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasulnya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. (QS. 72:23)

    2. Hidup seimbang yang proporsional, yaitu mengutamakan Akhirat tapi tdk lupa Dunia

    Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)

    Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan 95 agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi beberapa orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (QS. 2:143)
    95. Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

    3. Mendapatkan yg diinginkan dan terlepas dari penderitaan; puncaknya adalah : masuk surga dan selamat dari neraka.

    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185)

    Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 59:20)

    Insya Allaah!!!

    Allaahumma innaa nas aluka ridhaaka wal jannah, wana'uudzubika min sakhatika wan naar ... Aamiin.