AlhamdulilLaahi wash Shalaatu was Salaamu 'alaa RasuulilLaah...
Berkata Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy dalam bukunya Mukhtashar Minhajil Qashidin : Keutamaan segala sesuatu sesuai dengan dukungannya dalam meraih kebahagiaan, yaitu bertemu Allah Ta'ala (di Surga), serta dekat kepadaNya. Segala yang mendukung kepada tercapainya kebahagiaan tersebut, maka itu adalah suatu keutamaan.
Allah Ta'ala berfirman yang maknanya,
Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga 1447. (QS. 55:46)
1447. Yang dimaksud dengan "dua surga" di sini ialah surga untuk manusia dan surga untuk jin. Ada juga ahli tafsir yang berpendapat surga dunia dan surga akhirat.
Dan Allah Ta'ala berfirman yang maknanya,
Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya.
Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya. (QS. 98:8)
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang maknanya,
" Allah 'Azza wa Jalla berfirman : demi KeagunganKu demi KemuliaanKu, Aku tidak akan menyatukan pada seorang hamba dua rasa takut, dan Aku tidak akan menghimpun padanya dua rasa aman. Jika dia merasa aman kepadaKu di dunia, Aku akan membuatnya takut di hari kiamat. Dan jika dia takut kepadaKu di dunia, Aku akan membuatnya aman di hari kiamat."
Dari 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda yang maknanya,
"Dua mata tidak akan disentuh api neraka : Mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan Mata yang terjaga malam2 dalam mengawasi musuh saat perang fii sabilillah"
Ketahuilah pula, bahwa jika ada yang berkata : Mana yang lebih utama, Takut atau Harap?
Maka itu seperti perkataan : Mana yang lebih utama, Roti atau Air?
Dan jawabannya : bagi orang yang lapar roti lebih baik, sedangkan untuk orang haus air lebih baik. Jika keduanya bersatu, dilihat yg lbh dominan. Jika sama2 tkt lapar dan hausnya, maka roti dan air setara kebaikannya.
Khauf dan Rajaa adalah dua obat yg dengannya qalbu2 tersembuhkan. Maka keutamaan keduanya tergantung penyakit yang ada di qalbu. Jika yg dominan di qalbu merasa aman dari rencana Allah (QS. 7:99), maka Khauf (Takut) lebih utama. Sedangkan jika banyak maksiat sehingga putus asa dari rahmat Allah, maka Rajaa (Harap) lebih utama. Namun secara keseluruhan boleh juga dikatakan bahwa : Khauf lebih utama dari Rajaa, karena secara umum lbh banyak org yg tertipu penyakit "aman".
Akan tetapi jika dilihat dari sisi nilainya, Rajaa lbh bernilai dari Khauf. Krn Rajaa berharap pada Rahmat Allah, sedangkan Khauf adalah Takut pada Murka Allah. (Sedangkan RahmatNya lebih besar dari KemarahanNya -pen.).
Adapun orang yang bertaqwa, maka sebaiknya seimbang antara Takut dan Harap.Jika dikatakan : Semua orang masuk Surga kecuali satu orang, hendaknya dia takut menjadi yang satu itu. Jika dikatakan : Semua orang masuk Neraka kecuali satu orang, hendaknya dia berharap dirinyalah orang tersebut.
Jika ditanyakan : Bagaimana Takut diseimbangkan dengan Harap pada diri orang yang beriman, padahal dengan ketaqwaannya, bukankah seharusnya Harap lebih dominan?
Jawabnya : karena kita tidak tahu apakah ketaqwaan tersebut diterima Allah, sehingga selalu harus menyertakan rasa takut dalam beramal baik (QS. 23:60-61).
Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu pernah bertanya kepada Hudzaifah radhiyallahu 'anhu : Apakah aku termasuk orang munafiq? Semata-mata disebabkan takutnya ada sifat2 munafiq pada dirinya. Dan aib tersebut tersembunyi darinya.
Maka Takut yang terpuji adalah yang mendorong Amal, dan mengingatkan Qalbu agar tidak cenderung pada keduniaan.
Adapun ketika datang kematian, maka yang terbaik baginya adalah Rajaa. Karena Khauf seperti cambuk untuk beramal, sedangkan setelah mati tiada amal lagi, maka Khauf kurang bermanfaat menjelang kematian. Bahkan melemahkan qalbu. Sedangkan Rajaa pada keadaan ini akan menguatkan qalbu. Dengan Rajaa dia jadi makin cinta pada Allah, karena tiada seorang pun layak meninggalkan dunia ini kecuali dalam keadaan Cinta pada Allah Ta'ala, cinta untuk berjumpa denganNya, berbaik sangka kepadaNya.
Sulaiman At Taimiy berkata ketika menjelang ajal : ceritakan padaku tentang hal2 yang meringankan (rukhshah), supaya aku berjumpa dengan Allah dalam keadaan berbaik sangka kepadaNya.
Kesimpulan : Senantiasa perkuatlah rasa Takut atas Harap agar terus terdorong meningkatkan amal kebaikan (QS. 23:60-61), kecuali saat dosa-dosamu membuatmu putus asa atau saat hampir berakhir kesempatanmu 'tuk beramal.
Pengalaman, Artikel, Audio, Aqidah, Entrepreneurship,...pokoknya maseh gado² ®™
Jumat, 24 Juli 2009
Senin, 08 Juni 2009
Agar Hati, Mata, dan Telinga...Tidak Menjerumuskan Kita...
AlhamdulilLaahi was Shalaatu was Salaamu 'alaa RasuulilLaahi, ammaa ba'du

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)
Allaah Ta'aalaa berfirman menjelaskan kebanyakan makhluq yang menyimpang dan tersesat, para pengikut Iblis yang terlaknat, (Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia). Yaitu kami tumbuhkan dan sebarkan kebanyakan jin dan manusia, untuk isi neraka Jahannam, sehingga hewan-hewan ternak saja keadaannya lebih baik dari mereka. (mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah)) tidak sampai pada hati tersebut pemahaman maupun ilmu, kecuali tegaknya hujjah sehingga dia tak bisa menghindar dari siksa, (dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)) yang mendatangkan manfaat bagi mereka, bahkan mereka kehilangan manfaat dan faidah yang bisa diraih dengan matanya, (dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)) dengan pendengaran yang sampai ke hati. (Mereka itu) orang2 yang bersifat buruk seperti itu (sebagai binatang ternak) yaitu : hewan, yang tidak memiliki akal. Tapi mereka mementingkan yang hancur (dunia) daripada yang kekal (akhirat), maka mereka ini memutarbalikkan kegunaan akal,(bahkan mereka lebih sesat lagi) dari hewan, karena hewan ternak dipergunakan sesuai tujuan penciptaannya, dan memiliki naluri serta kemampuan untuk membedakan dan memilih mana yang bermanfaat buatnya dari yang berbahaya buatnya. Karena itu binatang-binatang ini lebih baik dari mereka. (Mereka itulah orang-orang yang lalai), yaitu lalai dari hal yang paling bermanfaat: lalai dari Iman kepada Allah, taat kepadaNya, dan mengingatNya. Diciptakan hati, mata, dan telinga untuk mereka, agar dijadikan penolong menjalankan perintah-perintah Allah dan memenuhi hak-hak Allah, namun malah mereka gunakan untuk sebaliknya. Mereka ini layak termasuk yang disiapkan Allah untuk mengisi Jahannam dan diciptakan bagi neraka belaka, sehingga amal yang mereka kerjakan pun amalan ahli neraka. Adapun yang menggunakan hati, mata, dan telinga mereka untuk beribadah kepada Allah, dan hatinya dipenuhi dengan Iman kepada Allah serta Mahabbah (cinta) kepadaNya, lalu tidak lalai dariNya, mereka itulah ahli Surga, dan mereka melakukan amalan Ahli Surga. (Tafsir As Sa'dy)
Semoga kita selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga...Aamien.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)
Allaah Ta'aalaa berfirman menjelaskan kebanyakan makhluq yang menyimpang dan tersesat, para pengikut Iblis yang terlaknat, (Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia). Yaitu kami tumbuhkan dan sebarkan kebanyakan jin dan manusia, untuk isi neraka Jahannam, sehingga hewan-hewan ternak saja keadaannya lebih baik dari mereka. (mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah)) tidak sampai pada hati tersebut pemahaman maupun ilmu, kecuali tegaknya hujjah sehingga dia tak bisa menghindar dari siksa, (dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)) yang mendatangkan manfaat bagi mereka, bahkan mereka kehilangan manfaat dan faidah yang bisa diraih dengan matanya, (dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)) dengan pendengaran yang sampai ke hati. (Mereka itu) orang2 yang bersifat buruk seperti itu (sebagai binatang ternak) yaitu : hewan, yang tidak memiliki akal. Tapi mereka mementingkan yang hancur (dunia) daripada yang kekal (akhirat), maka mereka ini memutarbalikkan kegunaan akal,(bahkan mereka lebih sesat lagi) dari hewan, karena hewan ternak dipergunakan sesuai tujuan penciptaannya, dan memiliki naluri serta kemampuan untuk membedakan dan memilih mana yang bermanfaat buatnya dari yang berbahaya buatnya. Karena itu binatang-binatang ini lebih baik dari mereka. (Mereka itulah orang-orang yang lalai), yaitu lalai dari hal yang paling bermanfaat: lalai dari Iman kepada Allah, taat kepadaNya, dan mengingatNya. Diciptakan hati, mata, dan telinga untuk mereka, agar dijadikan penolong menjalankan perintah-perintah Allah dan memenuhi hak-hak Allah, namun malah mereka gunakan untuk sebaliknya. Mereka ini layak termasuk yang disiapkan Allah untuk mengisi Jahannam dan diciptakan bagi neraka belaka, sehingga amal yang mereka kerjakan pun amalan ahli neraka. Adapun yang menggunakan hati, mata, dan telinga mereka untuk beribadah kepada Allah, dan hatinya dipenuhi dengan Iman kepada Allah serta Mahabbah (cinta) kepadaNya, lalu tidak lalai dariNya, mereka itulah ahli Surga, dan mereka melakukan amalan Ahli Surga. (Tafsir As Sa'dy)
Semoga kita selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga...Aamien.
Kamis, 04 Juni 2009
Mana yang lebih dulu? Akhlaq dulu apa kerudung dulu? Khusyu' dulu apa sholat dulu?
AlhamdulilLaahi was Shalaatu was Salaamu 'alaa RasuulilLaahi, ammaa ba'du
Sering kita mendengar kilah sebagian orang , "Ah, saya belum siap berjilbab, mau memperbaiki akhlaq dulu". Atau ada yang mengatakan, "Saya belum bisa khusyu' jadi sholat juga percuma, ntar klo udah bisa khusyu' baru saya akan sholat...", benarkah kata2 itu dibolehkan?
Dalam Islam pembelajaran menjadi baik dimulai dari aspek lahir lalu meningkat ke penghayatan bathin. Kalau lahirnya saja sudah menyimpang, baik ucapan maupun perbuatan ataupun tulisan, maka tidak ada artinya berkilah dengan "yang penting kan, hatinya". Simak ayat2 berikut ini :
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. ...".(QS. 3:118)
Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman,tetapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 49:14)
Mari kita perbaiki ucapan dan penampilan lahir kita, insya Allah, Dia akan membimbing kita dan mengampuni kesalahan2 kita. Aamien.
# Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (QS. 33:70)
# niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. 33:71)
Sering kita mendengar kilah sebagian orang , "Ah, saya belum siap berjilbab, mau memperbaiki akhlaq dulu". Atau ada yang mengatakan, "Saya belum bisa khusyu' jadi sholat juga percuma, ntar klo udah bisa khusyu' baru saya akan sholat...", benarkah kata2 itu dibolehkan?
Dalam Islam pembelajaran menjadi baik dimulai dari aspek lahir lalu meningkat ke penghayatan bathin. Kalau lahirnya saja sudah menyimpang, baik ucapan maupun perbuatan ataupun tulisan, maka tidak ada artinya berkilah dengan "yang penting kan, hatinya". Simak ayat2 berikut ini :
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. ...".(QS. 3:118)
Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman,tetapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 49:14)
Mari kita perbaiki ucapan dan penampilan lahir kita, insya Allah, Dia akan membimbing kita dan mengampuni kesalahan2 kita. Aamien.
# Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (QS. 33:70)
# niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. 33:71)
Senin, 01 Juni 2009
Jadilah di dunia...seperti pengembara...
AlhamdulilLaah was shalaatu was salaamu 'alaa RasuulilLaah, ammaa ba'du :
Hari Sabtu yang lalu (30/05) saya dan istri berangkat dari Bandung ke Semarang, memenuhi undangan teman kami yang mengadakan meeting tepatnya di Hotel Semesta, Jln. KH. Wahid Hasyim, Semarang. Kami hanya berangkat berdua saja, karena Maryam dan Yahya, dua anak kami, lebih memilih ditinggal. Dengan mengendarai Suzuki Karimun Estilo yang baru sebulan ini menghuni garasi rumah kami, kami pun memulai perjalanan setelah mengatur hal-hal yang perlu disesuaikan karena adanya acara ini. Saya terpaksa meminta Ustadz pengganti untuk Kajian Tafsir Tematik di Sadang Serang, meninggalkan kelompok tarbiyah malam ahad yang saya bina, dan mewakilkan kajian malam Senin pada salah seorang Ustadz di Ma'had Al Amanah, untungnya masih keburu memenuhi permintaan Kajian Aqidah di Masjid Al Falaq, LAPAN, pada hari Senin (01/06) ba'da zhuhur dalam perjalanan pulang dari Semarang. Sedangkan istri saya sudah "pasang pengumuman" untuk pasien-pasiennya, bahwa praktek dokternya baru akan dimulai lagi Senin sore tanggal 1 Juni, dan walaupun masih lelah, pada Senin sore ini istri saya mulai praktek lagi karena dari petugas pendaftaran ada SMS sudah ditunggu 15 orang pasien yang sudah antri. Wa lilLaahil hamd... (kalau dokter insya Allah boleh bersyukur kalau banyak yang berobat, bukan karena banyak yang sakit...).
Dibandingkan dengan beberapa kendaraan yang sebelumnya pernah kami pakai bersama dalam perjalanan jarak jauh, Isuzu Black Panther dan KIA Carnival, maka inilah review dari seorang pemakai otomotif amatiran :
Carnival kelebihannya di luxury dan lega.
Panther kelebihannya di power dan kecepatan, walaupun kalah oleh Xenia dan Avanza. (Kalau saya di jalan nyusul Xenia atau Avanza, selalu gak bisa meninggalkan di belakang karena di depan ada lagi...ada lagi...)
Estilo kelebihannya di irit dan lincah, serta tentu saja : style.
AlhamdulilLah jarak Bandung-Semarang PP. bisa saya supiri sendiri meskipun kadang-kadang istirahat tidur sebentar di Hotel Bandung (BAN ngeglunDUNG,...alias tidur di mobil), dan sempat ikut sebagian acara meeting. Hal yang cukup berkesan adalah ketika salah seorang pembicara membandingkan perbedaan PEMENANG dan PECUNDANG. Mau tahu? Nih, saya bagi di bawah ini, tapi jangan lupa diamalkan, ya!
PEMENANG berfokus untuk mencapai sukses.
PECUNDANG berfokus untuk menghindari kegagalan.
PEMENANG membantu orang lain mencapai sukses agar dirinya juga mencapai sukses.
PECUNDANG hanya bisa mengkritik orang lain agar dirinya merasa hebat dan kelihatan lebih baik.
PEMENANG mencari solusi dan bertindak memecahkan masalah.
PECUNDANG membicarakan masalah dan tidak berbuat apa-apa.
PEMENANG bertindak sesuai prioritas untuk mencapai targetnya.
PECUNDANG bertindak tanpa tujuan karena tidak mempunyai target.
PEMENANG menganggap kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
PECUNDANG menganggap kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda.
PEMENANG menganggap kesulitan adalah tantangan dan berhasil menaklukannya.
PECUNDANG menganggap kesulitan adalah akhir dari segalanya dan alasan untuk menyerah.
PEMENANG menemukan solusi dari setiap masalah.
PECUNDANG menemukan masalah dari setiap solusi.
PEMENANG tidak berkeluh kesah bekerja keras mencapai sukses.
PECUNDANG selalu berkeluh kesah walaupun tidak berbuat apa-apa.
Sebagai pelengkap laporan singkat dan tidak akurat ini saya sertakan foto yang dijepret anak saya, ketika baru datang dari Semarang dan ngelap mobil sebelum dipake lagi untuk nganterin istri saya ke tempat prakteknya.

Hal-hal yang bisa direnungi :
1. Dalam perjalanan kita selalu banyak persiapan untuk sampai ke tujuan, dan juga sering rindu pulang. RasululLaah SAW menyuruh kita hidup di dunia seperti pengembara dalam perjalanan. Sudahkah kita membuat persiapan yang cukup? Apakah kita benar-benar rindu pulang (akhirat)?
2. Hal-hal yang kita cintai sering kita sebut-sebut dalam pembicaraan kita : istri, mobil, rumah, dll. Padahal kita sering mengaku cinta Allah, Rasul, dan Islam; yang bahkan ketiga hal tersebut harus LEBIH DICINTAI DARI APA PUN (QS. 9:24). Seberapa sering kita menyebut-nyebut Allah, RasululLaah, dan Perjuangan di Jalan Allah dalam pembicaraan kita?
3. Kendaraan dalam perjalanan di dunia sering kita bersihkan, serviskan, dan sebagainya. Seringkah kita membersihkan dan mereparasi "kendaraan" kita menuju Allah, yaitu hati kita?
4. Dalam mempelajari resep-resep sukses duniawi kita sering berkorban dan bersungguh-sungguh, sudahkah kita bersungguh-sungguh dan siap berkorban mempelajari dan menerapkan resep sukes akhirat maupun dunia, yaitu Al Quran?
5. Apakah renungan seperti ini selalu kita pelajari untuk diamalkan, atau sekedar jadi penghias dalam pembicaraan maupun tulisan belaka?...Laa ilaaha illaa ANTA subhaanaKa inniy kuntu minazh zhaalimiin...AstaghfirulLaahal 'azhiima liy wa lakum.
Hari Sabtu yang lalu (30/05) saya dan istri berangkat dari Bandung ke Semarang, memenuhi undangan teman kami yang mengadakan meeting tepatnya di Hotel Semesta, Jln. KH. Wahid Hasyim, Semarang. Kami hanya berangkat berdua saja, karena Maryam dan Yahya, dua anak kami, lebih memilih ditinggal. Dengan mengendarai Suzuki Karimun Estilo yang baru sebulan ini menghuni garasi rumah kami, kami pun memulai perjalanan setelah mengatur hal-hal yang perlu disesuaikan karena adanya acara ini. Saya terpaksa meminta Ustadz pengganti untuk Kajian Tafsir Tematik di Sadang Serang, meninggalkan kelompok tarbiyah malam ahad yang saya bina, dan mewakilkan kajian malam Senin pada salah seorang Ustadz di Ma'had Al Amanah, untungnya masih keburu memenuhi permintaan Kajian Aqidah di Masjid Al Falaq, LAPAN, pada hari Senin (01/06) ba'da zhuhur dalam perjalanan pulang dari Semarang. Sedangkan istri saya sudah "pasang pengumuman" untuk pasien-pasiennya, bahwa praktek dokternya baru akan dimulai lagi Senin sore tanggal 1 Juni, dan walaupun masih lelah, pada Senin sore ini istri saya mulai praktek lagi karena dari petugas pendaftaran ada SMS sudah ditunggu 15 orang pasien yang sudah antri. Wa lilLaahil hamd... (kalau dokter insya Allah boleh bersyukur kalau banyak yang berobat, bukan karena banyak yang sakit...).
Dibandingkan dengan beberapa kendaraan yang sebelumnya pernah kami pakai bersama dalam perjalanan jarak jauh, Isuzu Black Panther dan KIA Carnival, maka inilah review dari seorang pemakai otomotif amatiran :
Carnival kelebihannya di luxury dan lega.
Panther kelebihannya di power dan kecepatan, walaupun kalah oleh Xenia dan Avanza. (Kalau saya di jalan nyusul Xenia atau Avanza, selalu gak bisa meninggalkan di belakang karena di depan ada lagi...ada lagi...)
Estilo kelebihannya di irit dan lincah, serta tentu saja : style.
AlhamdulilLah jarak Bandung-Semarang PP. bisa saya supiri sendiri meskipun kadang-kadang istirahat tidur sebentar di Hotel Bandung (BAN ngeglunDUNG,...alias tidur di mobil), dan sempat ikut sebagian acara meeting. Hal yang cukup berkesan adalah ketika salah seorang pembicara membandingkan perbedaan PEMENANG dan PECUNDANG. Mau tahu? Nih, saya bagi di bawah ini, tapi jangan lupa diamalkan, ya!
PEMENANG berfokus untuk mencapai sukses.
PEMENANG membantu orang lain mencapai sukses agar dirinya juga mencapai sukses.
PEMENANG mencari solusi dan bertindak memecahkan masalah.
PEMENANG bertindak sesuai prioritas untuk mencapai targetnya.
PEMENANG menganggap kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
PEMENANG menganggap kesulitan adalah tantangan dan berhasil menaklukannya.
PEMENANG menemukan solusi dari setiap masalah.
PEMENANG tidak berkeluh kesah bekerja keras mencapai sukses.
Sebagai pelengkap laporan singkat dan tidak akurat ini saya sertakan foto yang dijepret anak saya, ketika baru datang dari Semarang dan ngelap mobil sebelum dipake lagi untuk nganterin istri saya ke tempat prakteknya.
Hal-hal yang bisa direnungi :
1. Dalam perjalanan kita selalu banyak persiapan untuk sampai ke tujuan, dan juga sering rindu pulang. RasululLaah SAW menyuruh kita hidup di dunia seperti pengembara dalam perjalanan. Sudahkah kita membuat persiapan yang cukup? Apakah kita benar-benar rindu pulang (akhirat)?
2. Hal-hal yang kita cintai sering kita sebut-sebut dalam pembicaraan kita : istri, mobil, rumah, dll. Padahal kita sering mengaku cinta Allah, Rasul, dan Islam; yang bahkan ketiga hal tersebut harus LEBIH DICINTAI DARI APA PUN (QS. 9:24). Seberapa sering kita menyebut-nyebut Allah, RasululLaah, dan Perjuangan di Jalan Allah dalam pembicaraan kita?
3. Kendaraan dalam perjalanan di dunia sering kita bersihkan, serviskan, dan sebagainya. Seringkah kita membersihkan dan mereparasi "kendaraan" kita menuju Allah, yaitu hati kita?
4. Dalam mempelajari resep-resep sukses duniawi kita sering berkorban dan bersungguh-sungguh, sudahkah kita bersungguh-sungguh dan siap berkorban mempelajari dan menerapkan resep sukes akhirat maupun dunia, yaitu Al Quran?
5. Apakah renungan seperti ini selalu kita pelajari untuk diamalkan, atau sekedar jadi penghias dalam pembicaraan maupun tulisan belaka?...Laa ilaaha illaa ANTA subhaanaKa inniy kuntu minazh zhaalimiin...AstaghfirulLaahal 'azhiima liy wa lakum.
Kamis, 09 April 2009
Learn to blog (3) : Blog's Accessories
AlhamdulilLaahi was shalaatu was salaamu 'alaa RasuulilLaah...,
Untuk melemaskan jari-jemari karena sudah sekian lama nggak posting di blog ini, saya akan berbagi tentang blog's accessories. Apaan, tuh?
Biasanya orang yang membuat blog ingin agar blognya terlihat bacang : bagus dan canggih. Nah, yang saya maksud sebagai blog's accessories kurang lebih adalah hal-hal yang menjadikan blog anda bagus dan canggih.
Namun perlu diingat, karena sifat dasar blogger adalah narsis (*ehm!*), maka kebagusan dan kecanggihan blognya sering hanya dirasakan oleh pemiliknya sendiri saja, he...he...he!
Jadi, hal-hal yang saya anggap akan menjadikan blog Anda bagus dan canggih ini bersifat subyektif, tapi insya Allaah bermanfaat. Postingan ini insya Allaah akan mengalami beberapa kali revisi, karena itu sekarang saya tulis apa yang terlintas dulu saja. Agar anda memiliki blog yang bagus dan canggih, ada beberapa hal mendasar yang diperlukan :
a. Mengetahui "sedikit" dasar-dasar HTML, walaupun hanya dengan memasang tag yang benar di blog anda. Misal :
- menulis HURUF MIRING tagnya adalah (buang spasi) : < i > hrf yg akan dibuat miring < /i >
- menulis HURUF TEBAL tagnya adalah (buang spasi) : < b > hrf yg akan dibuat tebal < /b >
- menulis HURUF BERGARISBAWAH tagnya adalah (buang spasi) : < u > hrf yg akan dibuat bergarisbawah < /u >
- menulisHURUF BERCORET tagnya adalah (buang spasi) : < s > hrf yg akan dibuat bercoret < /s >
- menuliskan link agar jika di-klik masuk ke halaman web tertentu, tagnya adalah (buang spasi setelah "<" dan sebelum ">") : < a href="alamat halaman web dengan format http://www.... " >tulisan atau gambar untuk di-klik< /a >
Catatan : jika ingin terbuka di jendela/tab baru, tambahkan target="_blank" sebelum ">" yang di depan.
- dll.
b. Memuat dan mengedit gambar dari layar : Kadang-kadang kita perlu memakai gambar yang kita lihat di layar internet, maka kita perlu tahu cara mengambil gambar tersebut seperlunya. Langkah-langkahnya :
- Tangkap gambar tersebut dengan tombol "prt sc"
- Buka Microsoft Paint (All Program-Accessories-Paint), lalu klik icon "kotak" (simbol paling kanan atas), klik kanan lalu "paste". Klik kotak sekali lagi untuk memotong bagian gambar yang diperlukan, tandai bagian yang dipotong dengan menahan tombol kiri mouse, klik kanan lalu "Cut". Buka File-New, lalu "Paste". Simpan dengan File-Save As.
- Upload gambar yang disimpan ke kantung penyimpanan gambar di internet, salah satunya : http://imageshack.us/
- salin lokasi gambar ke tempat yang sesuai, caranya ketik (tanpa spasi) < img src="alamat gambar dengan format http:/..."/ >.
Sebagai contoh, lihat gambar di bawah ini :

c.
Untuk melemaskan jari-jemari karena sudah sekian lama nggak posting di blog ini, saya akan berbagi tentang blog's accessories. Apaan, tuh?
Biasanya orang yang membuat blog ingin agar blognya terlihat bacang : bagus dan canggih. Nah, yang saya maksud sebagai blog's accessories kurang lebih adalah hal-hal yang menjadikan blog anda bagus dan canggih.
Namun perlu diingat, karena sifat dasar blogger adalah narsis (*ehm!*), maka kebagusan dan kecanggihan blognya sering hanya dirasakan oleh pemiliknya sendiri saja, he...he...he!
Jadi, hal-hal yang saya anggap akan menjadikan blog Anda bagus dan canggih ini bersifat subyektif, tapi insya Allaah bermanfaat. Postingan ini insya Allaah akan mengalami beberapa kali revisi, karena itu sekarang saya tulis apa yang terlintas dulu saja. Agar anda memiliki blog yang bagus dan canggih, ada beberapa hal mendasar yang diperlukan :
a. Mengetahui "sedikit" dasar-dasar HTML, walaupun hanya dengan memasang tag yang benar di blog anda. Misal :
- menulis HURUF MIRING tagnya adalah (buang spasi) : < i > hrf yg akan dibuat miring < /i >
- menulis HURUF TEBAL tagnya adalah (buang spasi) : < b > hrf yg akan dibuat tebal < /b >
- menulis HURUF BERGARISBAWAH tagnya adalah (buang spasi) : < u > hrf yg akan dibuat bergarisbawah < /u >
- menulis
- menuliskan link agar jika di-klik masuk ke halaman web tertentu, tagnya adalah (buang spasi setelah "<" dan sebelum ">") : < a href="alamat halaman web dengan format http://www.... " >tulisan atau gambar untuk di-klik< /a >
Catatan : jika ingin terbuka di jendela/tab baru, tambahkan target="_blank" sebelum ">" yang di depan.
- dll.
b. Memuat dan mengedit gambar dari layar : Kadang-kadang kita perlu memakai gambar yang kita lihat di layar internet, maka kita perlu tahu cara mengambil gambar tersebut seperlunya. Langkah-langkahnya :
- Tangkap gambar tersebut dengan tombol "prt sc"
- Buka Microsoft Paint (All Program-Accessories-Paint), lalu klik icon "kotak" (simbol paling kanan atas), klik kanan lalu "paste". Klik kotak sekali lagi untuk memotong bagian gambar yang diperlukan, tandai bagian yang dipotong dengan menahan tombol kiri mouse, klik kanan lalu "Cut". Buka File-New, lalu "Paste". Simpan dengan File-Save As.
- Upload gambar yang disimpan ke kantung penyimpanan gambar di internet, salah satunya : http://imageshack.us/
- salin lokasi gambar ke tempat yang sesuai, caranya ketik (tanpa spasi) < img src="alamat gambar dengan format http:/..."/ >.
Sebagai contoh, lihat gambar di bawah ini :
c.
Sabtu, 04 April 2009
Kunci Sukses (2) : Taubat
AlhamdulilLaahi was shalaatu was salaamu 'alaa RasuulilLaah...
Setelah sekian lama vacuum (emangnya penghisap debu?!! he...he), alhamdulilLaah bisa posting lagi sekarang. Khoq langsung Kunci Sukses (2), mana Kunci Sukses (1) nya? Cari aja sendiri di daftar posting blog ini ;)
Taubat yang dimaksud di sini adalah : Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan jelek dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik. Agar lebih jelas bahwa hal ini akan mendatangkan sukses, insya Allaah, silahkan download file-file berikut ini.
1. 10_Kebiasaan_Muslim_Sukses
2. 10_Kebiasaan_Pribadi_Sukses
Sekian, semoga bermanfaat.
Setelah sekian lama vacuum (emangnya penghisap debu?!! he...he), alhamdulilLaah bisa posting lagi sekarang. Khoq langsung Kunci Sukses (2), mana Kunci Sukses (1) nya? Cari aja sendiri di daftar posting blog ini ;)
Taubat yang dimaksud di sini adalah : Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan jelek dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik. Agar lebih jelas bahwa hal ini akan mendatangkan sukses, insya Allaah, silahkan download file-file berikut ini.
1. 10_Kebiasaan_Muslim_Sukses
2. 10_Kebiasaan_Pribadi_Sukses
Sekian, semoga bermanfaat.
Jumat, 10 Oktober 2008
Renungan Selepas Ramadhan ...
AlhamdulilLaah wash shalaatu was salaamu 'alaa RasuulilLaah,
Setiap habis Ramadhan, hamba rindu lagi Ramadhan...
Setiap habis Ramadhan, hamba cemas kalau tak sampai sampai umur hamba di tahun depan.
Berilah hamba kesempatan!
Renungan pertama :
Renungan kedua :
Semoga bermanfaat!
Setiap habis Ramadhan, hamba rindu lagi Ramadhan...
Setiap habis Ramadhan, hamba cemas kalau tak sampai sampai umur hamba di tahun depan.
Berilah hamba kesempatan!
Renungan pertama :
Renungan kedua :
Semoga bermanfaat!
Langganan:
Postingan (Atom)